Aku tak lagi melihat kakek tua yang biasa. Dia menghabiskan sisa hidupnya di gedung apartemen segi delapan. Aku tak mengerti kenapa ada orang yang mau membeli kenang-kenangan yang ditinggalkan kakek tua menyebalkan ini. Namun, baik dia maupun aku sama sekali tidak terlibat dengan data yang dikirimkan kepadaku di akhir bulan. Aku tak mengerti lagi. Apa-apaan ini? Jika kau hanya main-main, ini benar-benar menakutkan, jadi tolong hentikan. Aku mohon. [Lahir tahun 2008, calon koki (1●)] [Manajer tim bisbol yang lemah (18)] [Gadis montok di dewan siswa] [Sosok ramping, mengikuti bimbingan privat] "Ini musim favoritku sepanjang tahun. Semuanya terasa begitu menyenangkan, angin dan segalanya." Hai, Pak Tua. Sepertinya kau sudah kurus sejak terakhir kali aku melihatmu. Mengemudi sambil mendengarkan musik shoegaze. Perasaan melayangnya persis sama seperti saat aku melakukan hal itu. Rasanya seperti 'hmm...'. Kami selalu berbicara menggunakan kata-kata abstrak. Sepertinya aku akhirnya bisa kembali bugar. Aku tak pernah menyangka semuanya akan seperti ini secepat ini. Aku yakin. Mata polos lelaki tua itu mengikuti objek tersebut dengan tatapan yang lama. Seragam sekolah yang berdesir di tubuhnya yang ramping. Kehangatan tubuhnya dan aroma susu yang manis yang kurasakan saat menyentuhnya, di luar imajinasiku. Rok kotak-kotak yang mengencangkan pinggangnya. Akhir-akhir ini, aku melanggar batasan yang seharusnya tidak pernah dilanggar tanpa berpikir dua kali.
Kode:
SMKCX-015 [Bocoran Tanpa Sensor]
Tanggal Rilis:
2025-05-15
Durasi:
03:58:14